TERJADINYA KOLAM ALAM HUSENAGI
(Makki Jayawijaya)
Pada jaman dahulu kala, disuatu kampung yang letaknya di dekat hutan. Di kampung itu di huni oleh dua orang laki-laki yang beradik kakak. Di sepanjang hari mereka membuat panah. Selama mereka membuat panah, yang adikna mengalami ksulitan dan bahkan hasilnya tidak jadi-jadi. Sehingga pada kali yang keempat adik minta tolong pada kakaknya, tetapi kakaknya berkata : kamu bukan perempuan ! Namanya laki-laki harus buat sendiri. Setelah ia dikatakan kakaknya demikian, sehingga adik buat busurnya hanya asal jadi. Tetapi kakaknya buat busur yang baik dan rapi.
Besok paginya mereka merencanakan untuk keluar berburu di hutan. Pagi-pagi mereka mempersiapkan semua alat perlengkapan, seperti busur/panah, parang, kapak, tas, dan sebagainya. Pada pagi hari itu juga, mereka pergi berburu d hutan. Sampai mereka pegi ke suatu tempat persinggahan, kakaknya membagi tempat berburu. Kakaknya ikut kali sebelah dan kakaknya ikut kaki sebelah.
Mulailah mereka berburu dan sampai mereka bertemu di mata air yang paling atas. Setelah mereka bertemu, pergi beristirahat di tempat persinggahan. Pada waktu mereka beristirahat, mereka saling memperlihatkan hasil buruan ternyata adiknya yang punya busur jelek itu ang mendapat hasil buruan yang banyak dan besar-besar pula., tetapi kakaknya memperoleh hasil buruannya kecil-kecil dan sangat sedikit, padahal busurnya baik dan rapi. Karena kakaknya melihat seperti itu maka mintalah kepada adiknya sebagian burung yang besar-besar itu. Tetapi adiknya berkata : saya tidak mau membagikan hasil buruan kepada kakak. Karena pada waktu kita buat panah saya minta tolong tetapi kakak juga tidak mau tolong saya, jadi saya idak mau memperhatikan kamu. Kerena adiknya mengatakan seperti itu, sehngga kakak berpikir, dengan cara bagaimana saya bisa mencuri sebagian dari burungnya. Sambil berpikir ia melihat ke arah barat, lihat suatu asap yang naik dari tengah hutan. Kakak menyuruh adikna pergi, ia mencuri tiga ekor burung yang besar-besar yang dipunyai adiknya.
Pulanglah adik itu mmbawa api untuk bakar burung-burung hasil buruan mereka itu. Sesudah mereka bikin api untuk bakar burung-burung hasil buruan mereka itu. Sesudah mereka bikin api, adik menghitung burungnya ternyata tiga ekor burungnya tidak ada. Ia tanyakan kepada kakaknya : Di mana saya punya burung yang tiga ekor ? jawab kakaknya: Saya tidak tahu, lalu ia menyangkal mati-matian tetapi kecurigan adik tetap pada kakaknya.adik membiarkan hal itu lalu mereka bakar burung-burung itu. Karena kakaknya mempunyaihasil buruan yang kecil-kecil sehinggaia bakar cepat-cepat lalu makan habis.sedangkan adiknya mempunyai hasil buruan yang banyak dan besar-besar sehingga ia masih lama.
Kakak sambil menunggu adiknya, ia pura-pura pergi berburu ke bagian tempat di mana ia menyembunyikan tiga ekor burung dari hasil buruan adiknya. Bawalah burng-burung itu lalu ia bakar. Pada saat ia bakar, adik melihat kakaknya sedang bakar tiga ekor burung yang besar-besar. Pada saat itu bangkitlah amarahnya lalu angkat parangnya dan membunuh kakaknya. Setelah darah ikan yang mengalir itu telah menjadi suatu kolam. Dan kolam alam itu diberi nama HUSENAGI (Yi Husenagi Yenggenak).



Posting Komentar