Cerita Rakyat Papua TAUWOKO DAN SOLAGOLAGE (BABI HUTAN DAN BIAWAK)
Kode Iklan Atas Artikel
TAUWOKO DAN SOLAGOLAGE (BABI HUTAN DAN BIAWAK)
SUKU MONI, KAB. PANIAI
Tauwoko mempunyai saudara kembar sebanyak tiga ekor. Mereka hidup di hamparan rumput yang luas. Di sekitarnya disekelingi danau, rawa, dan sungai. Di danau itu dihuni oleh Solagolage yang besar. Solagolageitu biasa makan daging manusia. Di musim kemarau semua tanaman mati dan kering. Tauwoko mau mati karena kelaparan. Yang bungsu berkata, “ Kita bisa tinggal di pinggir sungai walapun tidak makan bisa minum air”. ´Jangan nanti kita dimakan Solagolage “ teriak kakanya.“ Lebih baik kita pergi dari sini “ lanjut kakakya.“ Baik “ jawab adiknya serentak.
Sebelum berangkat kakaknya mengingatkan di jalan nanti ada solagolage. “ Nanti kalau ditanya bilang saya masih kecil. Suruh tunggu kakak yang besar”. Kedua adiknya menjawab dengan serentak “ Baik Kak !” Sedangkan adik kedua dipesan kalau badanya kena penyakit.
Si Bungsu mulai berjalan sampai di rawa ketemu dengan Solagolage. Dia bertanya” Mari saya anyar!”. “ Saya anak kecil ! Jadi saya tunggu kakak !” jawab Si Bungsu. “Kalau begitu jalan saja” lanjut Solagolage. Si Bungsu berjalan sampai di seberang. Tiba-tiba Tauwokomuncul di depan Solagolage. “Hei ! Mari saya antar !” bujuk Solagolage. “ Tidak ! Saya berpenyakit ! Nanti pindah ke badan kamu! Jawab Tauwoko.Mendengar begitu Solagolage marah. “ Cepat pergi !” teriaknya.Giliran terakhir si Sulung yang datang. Diam-diam Solagolage berfikir, kalau lewat berarti tetap lapar. Tiba-tiba Solagolage menerjang si Sulung. Si Sulung tidak mau kalah. Si Sulung menerkam dengan taring kena diperut. Akhirnya dalam pertempuran itu Solagolage mati dirobek-robek dengan taring si Sulung.Dan bangkainya ditenggelamkanke dalam air. Si Sulung menang dan segera menyusul adik-adiknya yang sudah menunggu di seberang kali.
Sebelum berangkat kakaknya mengingatkan di jalan nanti ada solagolage. “ Nanti kalau ditanya bilang saya masih kecil. Suruh tunggu kakak yang besar”. Kedua adiknya menjawab dengan serentak “ Baik Kak !” Sedangkan adik kedua dipesan kalau badanya kena penyakit.
Si Bungsu mulai berjalan sampai di rawa ketemu dengan Solagolage. Dia bertanya” Mari saya anyar!”. “ Saya anak kecil ! Jadi saya tunggu kakak !” jawab Si Bungsu. “Kalau begitu jalan saja” lanjut Solagolage. Si Bungsu berjalan sampai di seberang. Tiba-tiba Tauwokomuncul di depan Solagolage. “Hei ! Mari saya antar !” bujuk Solagolage. “ Tidak ! Saya berpenyakit ! Nanti pindah ke badan kamu! Jawab Tauwoko.Mendengar begitu Solagolage marah. “ Cepat pergi !” teriaknya.Giliran terakhir si Sulung yang datang. Diam-diam Solagolage berfikir, kalau lewat berarti tetap lapar. Tiba-tiba Solagolage menerjang si Sulung. Si Sulung tidak mau kalah. Si Sulung menerkam dengan taring kena diperut. Akhirnya dalam pertempuran itu Solagolage mati dirobek-robek dengan taring si Sulung.Dan bangkainya ditenggelamkanke dalam air. Si Sulung menang dan segera menyusul adik-adiknya yang sudah menunggu di seberang kali.
Kode Iklan Bawah Artikel