BANGAU DAN KEPITING - Cerita Anak Papua
Kode Iklan Atas Artikel
BANGAU DAN KEPITING
(VERSI: YAPEN SELATAN)
Dahulu hidup seekor Bangau di daerah Nubuai. Setiap hari ia keluar dari sarangnya untuk mencari makan guna mempertahankan hidupnya. Sang Bangau menyusuri tepi sungai, memasuki hutan bakau, hingga seluruh kawasan itu telah dijelajahinya. Saat yang paling indah baginya adalah saat air telah surut karena tanah berlumpur di sekitar hutan bakau itu kering. Dengan surutnya air Bangau menjadi mudah menangkap ikan, kepiting, dan udang. Bangau senang sekali makan kepiting. Oleh karena itu, setiap kali pulang dari laut, disamping membawa ikan ia juga membawa kepiting.
Suatu ketika Bangau terbang berburu ikan. Dengan matanya yang tajam ia berhasil menemukan seekor Kepiting yang tengah berada diantara sekawanan ikan. Kepiting itu tidak menyadari akan adanya bahaya yang mengancam hidupnya. Oleh sebab itu ketika ia lengah sang Bangau menerkamnya dan membawanya terbang. Di tengah perjalanan, Bangau melintas di atas sebongkah batu. Tepat di atas batu Kepiting terlepas dari cengkeraman Bangau dan jatuh di atas batu, hingga Kepiting tersebut hancur. Dagingnya berserakan dalam air dan menjadi santapan ikan. Bangau merasa gagal dalam usahanya kali ini. Oleh karena itu dengan perasaan kesal Bangau kembali memantau ke tempatnya semula.
Ternyata gerombolan ikan masih ada. Ia pun berhasil menangkap seekor ikan, lalu membawanya ke tepi pantai dan di situlah ikan tersebut dilahap sampai habis. Hal itu dilakukan berulang-ulang sampai kawanan ikan itu habis dimakannya. Setelah menghabiskan ikan-ikan tersebutia pun beristirahat. Dari arah laut angin berhembus sepoi-sepoi menyebabkan si Bangau mengantuk dan akhirnya ia tertidur pulas. Dengan keadaan seperti itu, datanglah seekor Anjing. Betapa girangnya Anjing itu karena mendapat rejeki yang cukup besar. “Makanan ini tentu lezat sekali,” begitu pikir si Anjing. Dengan perlahan-lahan dan penuh hati-hati si Anjing mendekati si Bangau yang tertidur, dan sekali lompat Bangau telah berada dalam cengkeramannya. Bangauy berontak berusaha melepaskan diri tetapi usahanya sia-sia. Akhirnya si Bangau menjadi santapan lezat bagi si Anjing dan tak sedikitpun yang tersisa.
Kode Iklan Bawah Artikel